Day 5

Day V: Wednesday, 13 June 2016

Hari rabu giliran Prof. Antoine Buyse yang kasih kuliah, beliau ini masih muda banget dan dia ahli dalam bidang Cultures, Citizenship and Human Rights Institutions. Nah ini, citizenship alias kewarganegaraan (gueee bangeetttt!). Kuliah yang dia berikan yakni Substantive Rights: Civil and Political Rights dan Substantive Rights: Economic, Social and Cultural Rights. Walaupun sebenernya dia gak full ngajar kita. Maklum Professor yang juga punya jabatan di Faculty of Law Univ. Utrecht, jadi diganti sama asisten dia Paulien de Morree dan Julie Fraser. Dosen muda Julie Fraser ini semangat banget kasih kuliah, tapi dia doang yang semangat, di kelas sunyi karena udah siang dan menjelang sore serta abis lunch juga. Sebenernya bagus yang dia presentasiin, tapi gimana, anak-anak udah ngantuk semua. By the way, jadi kalo ada kejadian apapun di kelas, misalnya, pas semua pada ngantuk di kelas, nah rame deh tuh group whatsapp isinya banyolan semua. Lebih parahnya kadang-kadang ngecengin dosen yang di depan lagi ngajar. HAHA. Gak dimana-mana kelakuan mahasiswa.

Foto-foto di atas biasa dilakukan Karim saat Lunch or Coffee/Tea Break. He always said: “SELFFIIEEEEE” tiap kali mau foto dengan suara nyaring.

Selesai kuliah, gue, Zuhdan dan Bill iseng main ke Utrecht Centraal untuk cari INDOMIE dan Tolak Angin. Ada toko Asia gitu di Centraal yang jual beberapa makanan dan minuman Indo. Tapi gue gak dapet tolak angin, gak ada, namun mendapat TEH BOTOL SOSRO kemasan Pack (nangis bahagiaaaa).

Pulang dari situ gue dan Zuhdan pisah dengan Bill. Bill harus kemana gue lupa jadi kita pisah. Gue dan Zuhdan setalah itu janjian sama Rizal dan Tio untuk dinner bareng di restaurant Turkey gitu. Jadi gue di sana itu satu apart sama Zuhdan, tapi beda sama Bill (karena Bill udah seminggu lebih dulu course dengan tema yang lain). Tapi Bill satu apart dengan Rizal dan Tio. Gitulah pokoknya, kurang paham pembagian dorm nya.

with-adik2.jpg

With Zuhdan, Tio, and Rizal

Nah, jadi di apartment gue yang bernama Studentcomplex De Johanna, punya rooftop gitu. Tiap sore sampe malem (kecuali selasa kemarin) kita kumpul-kumpul di situ ngobrol-ngobrol sambil ngebir (mereka, gue ngga), ngeteh, ngopi,  dan dengerin music. Begitu pun sore ini, tapi gue gak pernah sampe malem banget, gak kaya yang lain. Dingin bangetttt cuyyy. Jadi paling jam 10 atau 11 gue udah balik ke kamar. Dan ini yang bikin kangen bangetttt bangeettttt sama Summer School di Utrecht, nongkrong di ROOFTOP. :’((

rooftop

Gimana gak jatuh cinta coba. ❤

Advertisements

Day 4

Day IV: Tuesday, 12 June 2016

Hari kedua perkuliahan membahas mengenai International Human Rights Institutions: UN Treaty System (Prof. Jenny Goldschmidt) dan International Human Rights Institutions: Regional Systems (Prof. Yves Haeck). Belajar dan diskusi seperti kuliah biasa dalam perkuliahan ini. Namun pemberi materi dosen-dosen yang memang sudah bekerja di United Nation, jadi mereka sangat eksplisit menjelaskan mengenai Human Rights ini.

Hal yang tak biasa di hari ini adalah … Michael yang tiba-tiba permission untuk duduk di samping gue. OH NO! The sexier man in this class sit beside me! Dan ini berlangsung sampai perkuliahan summer school ini selesai. Yap! That’s right!

with michael

Our first wefie. Perkenalkan, ini Michael. ❤

Lupakan perkara itu! Jadi setiap harinya summer school di sini ada Social Event yang bisa diikuti oleh semua student yang join summer school ini. Kelas kita janjian hari ini ikut Pub Quiz di Cafe (actually literally PUB) yang sudah ditentukan panitia. Acara mulai pukul 20.00, kita janjian di shuttle bus jam 19.00. Gue pun memutuskan untuk ikutan social event itu, try to blending with other, tapi gue gak berangkat bareng mereka karena gue harus belajar dan baca ulang perkuliahan tadi. Bahasa Inggris gue itu masih kacrut banget, jadi mau gak mau gue harus pelan-pelan baca ulang dan baca catetan yang gue catet pas lagi kuliah.

Jam 19.45 gue baru keluar untuk menuju Pub Mick O’Connell’s itu, eh ternyata ketemu Nick dan Genny yang juga baru mau berangkat kesana (mereka satu apart sama Michael, but he didn’t go, karena mau belajar katanya). Setelah sampai Pub, ketemu Dalia dan Ahmed yang duduk di Bar. Jadi sebelum masuk kita pesen dulu mau minum apa, gue minum apa hayo? Yaa Coke lah! Hahaha. Dalia dan Ahmed gak tertarik ikut Pub Quiz, jadi mereka duduk aja di Bar, sedangkan yang lain sudah masuk ke dalam ruangan yang udah ada kelompok-kelompok untuk quiz. Gue, Nick, Genny dan Fernando (telat jadi kita satu group) tapi tiba-tiba ada anak kelas lain yang join ke kita (3 cowo, 2 asal Jerman dan 1 asal Italy).

Inti dari permainannya adalah layar di depan akan mengeluarkan sebuah gambar, lalu MC akan memberikan pertanyaan seputar gambar tersebut. Tiap kelompok diberi 1 kertas dan 1 pulpen untuk menulis tiap jawaban yang diberikan. Dan yaa sepertinya gue gak terlalu banyak membantu, tapi ada satu soal yang hanya kelompok gue yang jawabannya benar, dan itu jawaban dari gue. Apakah pertanyaannya? Hahaha. Jadi ada pertanyaan “Siapakah nama daughter dari Prophet Muhammad?” and you know what? Orang Jerman satu itu langsung heboh tunjuk2 gue sambil bilang “Alhamdulillah we have a multiculture in one group”. FATIMAH, that’s the answer that I gave. Akhirnya group kita dapet juara posisi 3. Haha.

pubquiz

HAHA. Ini dia kelompok Pub Quiz gue.

Selesai dari pubquiz gue fikir langsung akan pulang, ternyata anak kelas lanjut cari tempat nongkrong. Udah mulai gelap padahal, means udah diatas jam 21.30, tapi mereka masih mau asik-asik. Dan pilihan mereka jatuh pada club kecil banget deket dari Pub yang pertama itu. seumur-umur dalam hidup gue, selama gue hidup belom pernah masuk pub atau club sambil joget-joget gitu, baru di sini gue merasakan masuk ke situ. And thank God mereka tetap jual minuman non-alcohol, gue minum Puply Orange dalam bentuk botol waktu itu, gimana dengan joget? Gue ikut joget lah, seru koq! Jangan bayangin club ini ada DJ nya, barista nya yang nyetel musiknya. Jadi yang disetel lagu-lagu kekinian yang asik dibikin joget aja.

after pubquiz

Foto classmate after Pub Quiz

nightlife

Nightlife yang baru gue coba seumur hidup. Could you find me? Gue ambil foto ini dari IG Sarah

Hari makin malam dan gue udah pusing, bukan pusing karena minuman, pusing aja gelap gitu, sempit, asep rokok, dan music yang kenceng gila. Tapi pulang sendiri pun gak berani, itu udah jam 11 malem. Terima kasih Allah, Alba (perempuan asal Spain) dia juga mau pulang. Singkat cerita yaudah gue pulang sama dia. Today, is a long long long Day!

Day 3

Day III: Monday, 11 July 2016

Senin datang! Setaip harinya kelas dimulai dari jam setengah 9 pagi sampai jam setengah 5 sore. Karena hari pertama dan takut telat cari-cari kelas jadi gue berangkat agak pagian. Temen-temen satu apartement belum ada yang bangun, padahal udah agak siang juga, atau gue yang kepagian?

Bener aja kepagian, tapi di kelas udah ada Zuhdan (anak Indonesia juga) dan Bill yang tadi ketemu di jalan. WOW! Orang Indo tepat waktu nih! Hahaha. Kita bertiga bantuin Brianne susun-susun kursi dan meja yang ternyata kelasnya pindah. Dan juga udah dateng seinget gue Brandy (ibu rumah tangga dari US) dan David (Kakek-kakek lulusan Religion Studies dari UK). Interesting!

with zuhdan and bill

Mereka ini adik-adik itu. Bill and Zuhdan.

Hari pertama kita belajar tentang The Human Rights Idea: Foundations and Historical Overview. Dosennya yang memberi kuliah Brianne, dan seruuuu! Fun! Mungkin karena masih basic kali ya. Tapi yang mau gue soroti adalah kuliah atau belajar di luar (western ways) gini memang agak sedikit berbeda. Mahasiswa-mahasiswanya sangat berani dalam mengeluarkan pendapat walaupun berbeda dengan dosennya. Dan dosennya pun sangat terbuka menanggapi pendapat tersebut. Aroma diskusi sangat kentara di kelas, antara mahasiswa dengan dosen, pun mahasiswa dengan mahasiswa yang lain. Mereka juga tidak terlalu serius dalam kelas, lempar-lempar candaan yang edukatif juga mewarnai di dalam kelas.

Setalah lunch lanjut kuliah berikutnya dengan pembahasan International Human Rights Institutions: UN Charter-based System oleh Dr. Katharine Fortin. Ini pun gue rasa masih dasar untuk pengantar dan pengenalan awal mengenai Human Rights.

Selesai kuliah gue diajak Zuhdan dan Bill untuk beli makanan Indo dan ketemu temen mereka yang anak Indo juga. Dapet adik-adik baru lagi, mereka Tio anak hukum UI dan Rizal anak hukum Universitas Islam Yogyakarta. Senang bisa ketemu adik-adik yang sudah bisa merasakan summer school saat masih degree school.

 

masakan indo

TREASURE ❤

Day 2

Day II: Sunday, 10 July 2016

Hari minggu jam 16.00 ada jadwal pertemuan (semacam welcome drink and orientation) dengan dosen dan temen-temen kelas di Luden Café. sebelum ke acara itu gue sempet cari makan siang dulu sendirian ke KFC lagi -__-, baru setelah makan cari tempat meeting itu.

canal

Lewat kanal menuju KFC, cekrek dulu..

Sampe di Luden Café ternyata belum rame dan masih pada berdiri sekitar 5 orang termasuk dosen pamongnya (Brianne McGonogle). Kenalan lah dengan teman-teman itu, 2 orang dari Swiss namanya Lucien and Joanna yang ternyata satu dorm or apart sama gue. Lalu ketemua anak hukum UI yang udah seminggu sebelumnya ambil course lain, Bill namanya (ucap syukur terus ternyata ketemu anak Indo satu course). Dan satu per satu datang, Karim, Ahmad, Sara, Marina, Genny, Dalia. Gak banyak yang dateng dari sekitar 29 orang. Ada yang gak nemu café nya, ada yang belom sampe belanda, ada yang nyasar. Hahaha. Oh well, dalam pertemuan ini hanya gue yang pesen orange juice. You know why. 😀

 Brianne cerita tentang kuliahnya nanti seperti apa, dosen-dosennya, dan hal apa yang akan dibahas. Cerita juga tentang kehidupan dia di Utrecht yang ternyata dia asli orang Amerika. Dan dipertemuan ini gue sadar bahwa course ini akan penuh dengan anak hukum, dan ternyata besoknya pas di kelas bener aja. DANG! :’D

Pulang dari pertemuan itu gue diajak Sara, Marina, dan Genny ke minimarket kampus yang dekat dengan apartment kita. Beli beberapa stuff dan bahan untuk di masak. Gue sendiri gak terlalu banyak beli bahan makanan, karena banyak bawa dari rumah bahan mentah instant.

kerupuk

Mereka belanja, gue menemukan ini, tapi gak beli lah. Mending makan kerupuk bang Ketoprak. :’D

Day 1

Day I: Saturday, 9 July 2016

Landing di Schipol sekitar jam 8 pagi waktu Belanda setelah terbang 14jam direct Jkt-Ams (the most long flight I ever had! L). Keluar pesawat senyum-senyum sendiri dulu karena euphoria a.k.a norak udah sampe eroppaahhhhh…

schipol

Sebelum keluar ambil bagasi tentu harus lewat imigrasi dulu. Well, petugas imigrasinya cowo (ya terus, Rul?), gue kasih passport yang udah ditempel visa Schengen dan lalu mulai lah conversation itu.

Menir: “How many days?”

Gue:    “about a month”

Menir: “For what?”

Gue:    “Summer school in Utrecht”

Menir: “Can I see the invitation?”

Gue:    “Oke wait..”

Menir:  “The return ticket?”

Gue:    “This” (dikira gue bakal cari kerja di Belande dan gak pulang2 kali.)

Menir: “Ok” (sambil kedipin mata)

Hahaha! That’s it! Tenang…

Lanjut ambil koper dan keluar dan arrival hall lalu …. JRENG!!! Wow… Schipol Amsterdam… WOW!!! -___- Udah skip gak punya banyak waktu untuk takjub langsung cepet cari SIM CARD (nyawa supaya bisa aktifin googlemaps). Beli Lebara yang cuma bisa internetan 2 hari (siyalll!), dan lalu ke loket pembelian tiket kereta ke UTRECHT … Yeay!

Perjalanan dari Schipol ke Utrecht makan waktu sekitar setengah jam, gak terlalu jauh dan lama (atau karena keretanya cepet?)

 

Dari Utrecht Centraal naik bus ke Janskerkhof, tempat office summer school nya untuk ambil key dormitory nya. Sampai sana, masih tutup. Kantornya hari sabtu baru buka jam 12 siang dan waktu itu jam 10 udah sampe situ, duduklah sendiri di depan kantornya dengan ditemani koper segede gaban. Mandangin orang-orang lewat seliweran pake sepeda dan belanja bunga sambil nikmatin langit Utrecht dan udaranya yang anginnya bikin beku tangan.

tiket

Setelah dapet kuncinya cusss langsung ke dormnya dari Janskerkhof naik bus sekitar 10 menit. Dapet kamar di lantai 7; no 333; room 1. Jadi dalam satu dorm (seems like apart) ada 5 kamar tapi share toilet and kitchen.

kamar Bagus, bersih, nyaman, dan viewnya subhanallah. Pas sampe ternyata saya orang pertama yang datang, langsung bersih-bersih badan karena udah ngerasa pliket banget. Dari terakhir sarapan dikasih di pesawat, sampe di dorm belom makan apa-apa. After bersih-bersih niat cari makan keluar sekalian liat-liat kota Utrecht. Sebelum mau keluar tiba-tiba ada yang dateng, Marina namanya, anak US yang kuliah di Inggris keturuan Pakistan. Hihi. Lucu anaknya, suka heboh sendiri.

Karena masih belum tau situasi jadi gue rasa makan yang familiar ya KFC, makan 2 ayam dan kentang tanpa nasi (yaiyalah) tapi cukup sangat mengeyangkan. Jalan-jalan sebentar liat sekitar lalu balik ke dorm.  Sampe dorm beres-beres kamar dan bongkar isi koper buat taro dilemari, gak lama ada yang dateng lagi. Perempuan asal Canada (langsung yg diinget Justin Bieber) namanya Sara, cantik dan super baiikkkk.

Valuable Learning Experience

SUMMER SCHOOL

UNIVERSITEIT UTRECHT

 

Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Alhamdulillah..

Alhamdulillah diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk bisa ikut program summer school di Utrecht University. Awalnya udah mau ikut ini sejak tahun 2014, tapi karena selalu bentrok saat bulan Ramadhan jadi belum kesampaian. Alhamdulillah wasyukurillah tahun ini (2016) Allah, orangtua, dan alam merestui.

Dari awal mau mengikuti program ini selalu mengincar course yang social science or law. Hal ini tentu karena basic dari kuliah gue sebelumnya yang berhubungan dengan social, politik, hukum, atau budaya. Lalu pilihan jatuh ke “Human Right and Gender”. Alasan pertama mengambil course ini karena yang ‘klik’ saat men-scrool di website summer school Utrecht yaa ini. Kedua, kebutuhan gue dalam mengajar (karena juga mengajar topik tentang HAM) menuntut gue untuk mempergali lebih dalam lagi tentang Hak Asasi Manusia. Alasan ketiga, kenapa gender? Hhmmm! That’s sexy, right? 😀

The point is I really really want to know more about human right and gender in international perspective. Other reasons is harusnya karena belajar tentang HAM tentu yang mengambil kelas ini ‘harusnya’ tidak punya sifat diskriminasi terhadap siapapun, mengingat gue perempuan yang menggunakan jilbab datang ke Eropa Barat yang kulturnya tentu berbeda jauh dengan kita. And suprising, mereka super super kind and welcoming. Hamdallah.

Oia, course ini seminggu belajar tentang human rights dan seminggu berikutnya belajar tentang gender. 🙂

Alright, I’ll explain every single day (briefly) when I joined this course.. ENJOY!

image1.JPG

To be continued…

@nurulzirtaf

Unspoken 🤐

Ada rasa yang tak pernah tercurah.

Ada hati yang tak pernah terungkap.

Ada cinta yang tak pernah tersampaikan.

Lalu, apa?

Apa yang akan didapatkan jika itu semua sudah tercurah, terungkap, dan tersampaikan?

Mungkin itu semua tidak butuh jawaban. Biar saja aku yang tanggung prasangka ini.